Apakah
Anda pernah mendengar peribahasa "dunia tak selebar daun kelor", hal
itu karena daun kelor memiliki ukuran yang kecil. Walau kecil ukurannya, daun
kelor memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Daun kelor
berbentuk bulat lonjong, dan ukurannya yang kecil tersusun rapi pada sebuah
tangkai, biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan. Mungkin tidak banyak
yang mengetahui manfaat daun kelor, tapi ternyata daun kelor memiliki kandungan
yang baik seperti tanaman apotik hidup. Teh Misalnya, teh yang dibuat dari daun
kelor mengandung polyphenol yang tinggi, dengan demikian akan bekerja sebagai
antioksidan. Manfaat antioksidan ini akan mendetoksifikasi tubuh manusia dan
bahkan mendukung dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kesehatan kulit juga
dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi teh ini secara teratur.
Organisasi
kesehatan dunia WHO menganjurkan bagi anak-anak dan bayi yang sedang dalam masa
pertumbuhan untuk mengkonsumsinya, karena manfaat dari kandungan daun kelor
yang besar, yaitu diantaranya mengandung :
-
Potasium tiga kali lipat dari pada pisang.
-
Kalsium empat kali lipat daripada susu.
-
Vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk.
-
Vitamin A empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel.
-
Dua kali lipat protein dari pada susu dan masih banyak lagi.
Berikut
ini beberapa manfaat daun kelor bagi
kesehatan :
1.
Menjaga Berat badan.
Hal
penting yang jangan dilupakan yaitu untuk menjaga tubuh agar tetap seimbang
berat badannya. Oleh karena itu, untuk menjadi langsing, seseorang dapat
mencoba cara yang lebih sehat. Studi mencerminkan bahwa teh kelor sangat
membantu untuk menangani masalah pencernaan. Efeknya merangsang metabolisme
untuk lebih membantu tubuh membakar kalori dengan lebih cepat karena teh kelor
juga diserap ke dalam usus. Selain itu, teh yang dibuat dari daun kelor
mengandung polyphenol tinggi yang bekerja sebagai antioksidan. Manfaat
antioksidan untuk mendetoksifikasi racun di dalam tubuh, dan memperkuat sistem
kekebalan tubuh.
2.
Menghilangkan flek wajah.
Ramuan
sederhananya, ambil beberapa daun kelor yang masih muda, tumbuk hingga sangat
halus, lalu gunakan sebagai bedak (atau juga bisa dicampur dengan bedak). Daun
kelor mengandung nutrisi seperti kalsium dan mineral seperti tembaga, besi,
seng (zinc), magnesium, silika dan mangan. Daun kelor juga bisa menjadi pelembab
alami, memiliki kegunaan untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan
kulit. Pada daun kelor, terdapat lebih dari 30 zat antioksidan yang bermanfaat
untuk kesehatan kulit. Daun kelor kaya akan mineral dan asam amino yang bisa
membantu produksi kolagen dan protein keratin, yang penting bagi kesehatan
seluruh jaringan kulit di tubuh.
3.
Daun kelor cukupi gizi ibu menyusui dan anak.
Daun
kelor mengandung protein, zat besi, dan Vitamin C. Selain itu ada ada juga
unsur flavonoid yang manfaatnya membantu ibu menyusui menghasilkan ASI lebih
banyak. Kandungan zat besi tinggi, yang 25 kali lebih tinggi dibanding bayam,
disarankan dikonsumsi ibu usai melahirkan, dimana wanita menstruasi umumnya
kehilangan banyak zat besi. Sedangkan untuk anak-anak, dapat dikonsumsi sejak
sang bayi, yaitu bayi di atas enam bulan.
Namun,
untuk ibu hamil perlu menghindari konsumsi daun kelor saat hamil, terutama
trisemester pertama.
4.
Menyehatkan mata.
Daun
kelor memiliki kandungan tinggi vitamin A yang sangat baik untuk mata. Kandungan
vitamin A dalam daun kelor bermanfaat untuk melindungi kesehatan mata, baik itu
dari mulai kurangi resiko mata plus, minus, silinder dan katarak. Mengkonsumsi
daun kelor bermanfaat agar organ mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih. Daun
kelor dapat dimanfaatkan dalam menyembuhkan penyakit mata, bisa dengan dimakan
secara langsung (setelah daun dibersihkan).
5.
Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi.
Menurut
sebuah laporan yang diterbitkan di Asia Pacific Journal of Cancer Prevention,
daun kelor mengandung campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid,
antioksidan seperti quercetin, dan senyawa antibakteri alami yang memiliki
fungsi seperti obat anti-inflamasi. Daun kelor memiliki beberapa senyawa
anti-penuaan yang mampu menurunkan efek stres oksidatif dan peradangan. Manfaat
semakin optimal dengan adanya senyawa polifenol, vitamin C, beta-karoten,
quercetin, dan asam klorogenat. Senyawa tersebut terkait dengan penurunan
risiko untuk penyakit kronis, seperti perut, paru-paru, kanker usus besar,
diabetes, hipertensi, dan penyakit mata akibat faktor usia. (draxe.com)
6.
Mengobati rematik.
Daun
kelor dapat dimanfaatkan untuk mengobati rematik. Penggunaan daun kelor dalam
pengobatan rematik untuk mengurangi rasa sakit pada sendi dan mengurangi
penumpukan asam urat pada sendi, yang sangat penting dalam mengatasi masalah
rematik atau asam urat. Manfaat daun kelor ini bisa dimanfaatkan untuk rematik,
pegal linu, nyeri, dsb.
7.
Mencegah Penyakit Jantung.
Sebuah
studi pada hewan laboratorium yang diterbitkan dalam edisi Februari 2009 dari
“Journal of Medicinal Food” menemukan bahwa daun kelor mencegah kerusakan
jantung dan memberikan manfaat antioksidan. Dalam studi tersebut, pemberian
dosis 200 miligram per kilogram berat badan setiap hari selama 30 hari,
menghasilkan tingkat lebih rendah dari lipid teroksidasi dan jaringan jantung
dilindungi dari kerusakan struktural. Para peneliti menyimpulkan bahwa daun
kelor dapat menawarkan manfaat yang signifikan untuk kesehatan jantung.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah bermanfaat mencakup
manusia.
8.
Anti Kanker.
Manfaat
anti kanker pada ekstrak daun kelor ini, telah ditunjukkan dalam studi kultur
jaringan sel kanker serviks manusia yang diterbitkan dalam edisi Juni 2011
jurnal “Food and Chemical Toxicology.” Ekstrak kelor mendukung kematian sel
dini, mencegah pertumbuhan dan reproduksi sel-sel kanker. Peneliti terkemuka
menyimpulkan bahwa daun kelor menunjukkan potensi sebagai pencegahan alami.
Antioksidan
di dalam daun kelor sangat tinggi, selain itu kandungan potasium yang tinggi.
Membuat daun kelor memiliki khasiat untuk memperlambat bahkan menghilangkan
kanker di dalam tubuh.
9.
Mengatasi Diabetes.
Tingginya
kandungan mineral yaitu seng, membuat daun kelor memiliki sifat anti diabetes.
Kandungan tersebut diperlukan untuk produksi insulin, demikian menurut peneliti
dari University of Wiconsin LaCrosse, yang melakukan sebuah studi hewan di
laboratorium, yang diterbitkan dalam edisi Juni 2012 dari “Journal of
Diabetes”. Daun kelor dapat mengurangi kadar gula dalam darah sehingga menjadi
normal. Daun kelor dapat dijadikan sebagai insulin alami untuk mengatasi
diabetes. Sehingga konsumsi sayur daun kelor bisa mencegah penyakit gula darah
atau diabetes.
Menurut
draxe.com, senyawa asam chlorogenic pada daun kelor terbukti membantu
mengontrol kadar gula darah dan memungkinkan sel untuk mengambil atau
melepaskan glukosa (gula) yang diperlukan. Selain asam chloregnic, senyawa
isothiocyanate juga telah dikaitkan dengan perlindungan alami terhadap penyakit
diabetes.
Sebuah
studi yang dipublikasikan di International Journal of Food Science Technology,
menemukan bahwa daun kelor memiliki efek positif pada kontrol glukosa darah dan
insulin pada pasien diabetes. Para peneliti menyimpulkan bahwa penyembuh
menunjukkan kerja yang akurat tentang penyebab diabetes dan pendekatan dasar
yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit.
10.
Bantuan Arthritis.
Daun
kelor dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit beberapa bentuk
arthritis, menurut sebuah studi yang muncul di edisi Februari 2011 dari
“Journal of Chinese Integrative Medicine”. Dalam studi hewan laboratorium,
ekstrak daun dan akan kelor mengurangi kepekaan terhadap rangsangan yang
menyakitkan pada sendi rematik. Para peneliti juga mencatat bahwa kombinasi
akar dan ekstrak daun memiliki “efek sinergis” untuk mengurangi rasa sakit.
11.
Menstabilkan mood dan melindungi kesehatan otak.
Sebagai
makanan protein tinggi dan sumber yang kaya asam amino triptofan, daun kelor
memiliki manfaat sebagai neurotransmitter, termasuk membantu tubuh dan mood
akan "merasa baik".
Adapun
Kandungan antioksidan dan senyawa tiroid, bermanfaat untuk menjaga tingkat
energi tubuh, agar mencegah kelelahan yang sangat, depresi, suasana hati buruk
dan insomnia. (draxe.com)
Efek
Samping Daun Kelor
Daun
kelor cukup aman ketika diminum dan digunakan dengan tepat. Daun, buah, dan
biji-bijian mungkin aman bila dikonsumsi sebagai makanan. Namun, penting untuk
menghindari konsumsi akar tanaman kelor, yang dapat mengandung zat beracun. Bagian
tanaman yang dapat mengandung zat beracun dapat menyebabkan kelumpuhan dan
kematian. Tidak ada informasi yang cukup untuk mengetahui apakah daun kelor
aman bila digunakan dalam jumlah obat.
Kelor
kemungkinan tidak cocok untuk ibu hamil karena bahan kimia dalam akar, kulit
kayu, dan bunganya dapat membuat kontrak rahim dan ini dapat menyebabkan
keguguran. Tidak ada cukup informasi yang tersedia tentang keamanan dalam
menggunakan bagian lain dari kelor selama kehamilan. Daun kelor terkadang juga
digunakan untuk meningkatkan produksi ASI. Beberapa penelitian menunjukkan
kemungkinan hal tersebut, namun belum ada informasi yang cukup untuk mengetahui
apakah aman untuk bayi. Oleh karena itu, hal yang terbaik adalah untuk
menghindari daun kelor saat sedang hamil atau menyusui.
dikutip dari berbagai sumber.

Komentar
Posting Komentar